LOS ANGELES, –
Seorang pria asal Florida didakwa atas tindakan yang menyebabkan kebakaran besar di Los Angeles pada awal tahun ini. Pengumuman tersebut dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman AS, Rabu (8/10/2025).
Jaksa federal mengungkapkan bahwa terdakwa, Jonathan Rinderknecht (29), diduga memicu api di dekat jalur pendakian di pegunungan Pacific Palisades hanya beberapa menit setelah tengah malam, 1 Januari 2025. Saat itu, Rinderknecht baru saja selesai menjalani tugasnya sebagai sopir Uber.
Awalnya, petugas pemadam kebakaran Los Angeles berhasil memadamkan kebakaran kecil yang disebut “Lachman Fire”. Namun, api tersebut ternyata masih membara di bawah tanah selama seminggu, lalu kembali menyala pada 7 Januari dan berkembang menjadi “Palisades Fire” — salah satu kebakaran paling merusak dalam sejarah kota Los Angeles.
Akibat insiden tersebut, 12 orang tewas dan kawasan mewah di pesisir barat kota tersebut hancur.
Tersangka sempat bertanya ke ChatGPT soal rokok
Dalam dokumen pengaduan kriminal yang diajukan di Pengadilan Federal Los Angeles, disebutkan bahwa Rinderknecht beberapa kali menelepon 911 pada malam kejadian sebelum berhasil melaporkan kebakaran itu. Ia juga merekam video petugas berupaya memadamkan api.
Namun hal yang menarik perhatian penyelidik adalah aktivitas ponselnya. Saat menelepon 911, Rinderknecht diketahui sempat mengetik pertanyaan di aplikasi ChatGPT, “Apakah kamu bersalah jika api muncul karena rokokmu?”
Menurut berkas pengadilan, aplikasi tersebut menjawab, “Ya.”
Rinderknecht kemudian berbicara dengan penyidik selama beberapa jam, tetapi memberikan keterangan yang saling bertentangan mengenai apakah ia merokok di area tersebut malam itu.
Bukti digital mengarah pada satu orang
Menurut Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak AS (ATF), kebakaran itu kemungkinan dipicu oleh seseorang yang menggunakan korek api untuk membakar bahan mudah terbakar seperti rumput kering atau kertas.
Data ponsel menunjukkan tidak ada orang lain di lokasi tersebut selain Rinderknecht pada waktu kebakaran dimulai. Ia sendiri mengaku tidak melihat siapa pun di sekitar jalur pendakian malam itu.
Kerugian yang sangat besar
Akibat kebakaran besar itu, lahan seluas 9.300 hektar hangus terbakar. Sekitar 6.000 bangunan di kawasan Los Angeles — termasuk di Pacific Palisades, Topanga, dan Malibu — musnah, dengan total kerugian mencapai 150 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.482 triliun).
Petugas pemadam baru dapat mengendalikan api setelah 24 hari perjuangan tanpa henti, bersamaan dengan kebakaran besar lain di kawasan Altadena yang dikenal sebagai Eaton Fire.
Reaksi pejabat Los Angeles dan California
Kebakaran Palisades sempat memicu kemarahan publik terhadap Pemerintah Kota Los Angeles, terutama terkait kesiapsiagaan dan penanganan bencana.
Akibat tekanan itu, Wali Kota Karen Bass memecat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kristin Crowley pada Februari lalu.
Dalam pernyataannya pada Rabu, Bass menyebut penangkapan Rinderknecht sebagai langkah penting menuju keadilan bagi para korban.
“Setiap hari keluarga masih mengungsi adalah satu hari yang terlalu lama. Saat kami bekerja tanpa lelah untuk membawa warga Los Angeles pulang, kami juga berupaya mencapai keadilan — dan hari ini adalah langkah maju dalam proses itu,” kata Bass.
Sementara itu, Gubernur California Gavin Newsom menyambut baik perkembangan tersebut.
“Penangkapan ini adalah langkah penting untuk menentukan bagaimana kebakaran itu dimulai dan membawa penutupan bagi ribuan penyintas yang hidupnya hancur,” ujar Newsom.
Terancam hukuman hingga 20 tahun penjara
Rinderknecht ditangkap di Florida dan akan dipindahkan ke Distrik Tengah California untuk diadili.
Ia menghadapi tuduhan federal pembakaran lahan milik pemerintah, kejahatan yang dapat diganjar hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Pihak pengacara pembela publik yang mewakilinya belum memberikan komentar atas dakwaan tersebut.
0 Komentar