Kronologi Pembuangan Bayi di Jepara, Kapolres Jepara : Karena Faktor Ekonomi

 

https://www.solopos.com/tega-ibu-di-jepara-buang-bayi-ke-sumur-gegara-sering-sakit-sakitan-1632294

Pada hari Jumat (19/5), seorang Ibu tega membuang bayinya yang berusia 3 bulan ke sumur yang tidak jauh dari rumahnya di Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.

Kejadian tersebut berawal dari bayi yang diketahui atas nama Muhammad Hafiz Ridwan Shafiq dari pasangan Muhammad Ridwan dan Sudarwati ini menangis tidak henti-henti yang membuat ibunya tega menghabisi nyawanya dengan cara membuang ke sumur yang tidak jauh dari rumahnya.

Berdasarkan kronologi yang dilaporkan, bayi tersebut dinyatakan hilang oleh pihak keluarga pada hari Jumat pukul 2:30 WIB dini hari, kemudian pihak keluara melaporkan  kejadian tersebut ke Polsek Kembang.

Siangnya, pukul 11:30 WIB Polsek Kembang melakukan olah TKP dengan mendatangkan anjing pelacak untuk mendapatkan bukti lebih lanjut. Setelah dilakukan pencarian, bayi tersebut akhirnya diketahui berada di dalam sumur berkedalaman 20 meter yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya.

“Kami masih melakukan penyeledikan lebih lanjut dengan meminta keterangan saksi dari pihak keluarga, meskipun saat ini ibu kandungnya telah ditetapkan menjadi tersangka” ujar Kapolres Jepara.

Dari keterangan ibu kandungnya, ia tega membuang bayinya ke sumur lantaran bayinya yang sering sakit-sakitan ditambah lagi dengan faktor ekonomi yang menghimpit keluarganya.

Dari pihak kepolisian belum bisa memastikan ibu kandungnya adalah sebagai pelaku pembuangan bayi tersebut, karena masih ada pemeriksaan kondisi kejiwaan. Menurutnya, faktor ekonomi keluarga yang bisa dikatakan pra sejahtera yang membuat pelaku tega menghabisi nyawa bayinya sendiri.

“Kami akan menyiapkan tim psikolog karena kondisi ibunya yang diduga masih mengalami syok atas kejadian tersebut” imbuh Kapolres Jepara.

Pusdalops BPBD Jepara baru menerima laporan pada pukul 13:30 WIB dan menerjunkan TRC BPBD Jepara bersama dengan relawan untuk melakukan evakuasi bayi dari dalam sumur. Setelah membutuhkan waktu berjam-jam akhirnya pukul 16:30 WIB bayi dapat dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Posting Komentar

0 Komentar